Selasa, Februari 12, 2008

Today's Story

Pagi ini, seperti biasanya tidak punya waktu yang luang untuk sekedar memoles muka di rumah. Maksud memoles tentu saja memakai alat lenongan. Saya cuma sempat pakai toner, moisturizer, eye balm, sunblok, dan lip butter, dan sisa pengerjaan lenongan dilakukan di mobil atau kantor.


I’m not make up addict or something like that, but put some make up on your face it just make me feel good and I guess it just some positive things. No one will hurt, except my account in the bank of course, and you make one nice view for people out there.


Jadi perjalanan kurang lebih sepuluh menit ke rumah Pak Chris, cukup untuk memoles face base, lipstick, eye cream, dan alis. Sisa selebihnya seperti memakai foundie, blush on, veil, e/s, e/l, dan mascara dilakukan di kantor atau di parkiran, setelah itu selesailah pemakaian lenongan yang istilahnya ‘disempet-sempetin”. Voila! The fresh Alia!


Biasanya kurang lebih satu jam menjelang waktu masuk kantor saya sudah duduk manis di meja kerja, lalu menyalakan computer, mengecek BlackBerry, bikin kopi, minum obat, dan sebagainya, tapi jaraaang sekali melakukan hal yang berkaitan dengan pekerjaan. Langsung buka internet, online, “Hello, online world!”


Jam setengah 9, di kala semua orang di sebelah, belakang, dan sekitarnya belum ada di tempat, sekadar sarapan, atau memang masih di jalan, padahal sudah jam masuk kantor. Saya berusaha membuat check list ‘What to do today’, mencoba mengingat tugas-tugas yang belum terselesaikan. Well, menjadi Project Architect terkadang cukup melelahkan plus membosankan, semua hal bersifat teknis dan jaraaaang sekali menyentuh hal yang sifatnya estetis. Kalaupun ada keputusan tidak berasal dari mulut kita tapi tentu saja bos yang teratas.


Melelahkan?? What can you expect, semua hal yang bersifat detil pengembangan dari Pra Rencana kita (read: saya) yang pegang dan semua sifatnya overlap, kadang-kadang bingung masalah prioritas. Sekali lagi, walaupun terkadang kesal, tapi saya selalu menganggapnya sebagai salah satu proses pembelajaran.


Hari ini, tidak usahlah bercerita detil pekerjaan yang dikerjakan, too boring, dan I just stick to interesting issue. Mari kita membahas orang-orang di kantor saya (gossip=interesting issue??), kenapa demikian karena pada dasarnya kantor saya yang sekarang ini penuh dengan orang ajaib yang bebal (read: baru pindah sekitar 2 bln).


Saya pikir pindah ke sub unit yang lain akan berupa suatu tantangan baru, one hell nice opportunity, dan tentu saja lingkungan yang lebih baik. Secara fisik, lingkungan memang lebih baik, kantor lebih luas, fasilitas lebih terjamin, lebih bersih, dan nyaman, tetapi secara psikis it being worst.


Honestly, saya tidak nyaman dengan orang-orang kantor di sekitar. Well, hello I’m a new member of this office, and yet they don’t care about it. Mungkin masalah utamanya adalah arogansi sub unit, ketika ada orang baru datang bergabung, lebih expert pada bidangnya, lalu issue yang berkembang adalah ‘persaingan’. Mereka berusaha mempertahankan sistem yang telah berlaku, walaupun pada dasarnya sistem tersebut tidak cocok karena bahan utamanya tidak sama. Karena mereka berusaha mempertahankan sistem tersebut, jadilah mereka sosok-sosok sotoy plus NATO yang justru menjatuhkan diri mereka sendiri.


Saya juga punya ego sendiri dan tidak mau bermanis-manis pada mereka, karena sebenarnya siapa sih yang butuh??


Hahhh….kalau membahas mereka cukup melelahkan, pfiuhh……orang bebal dimana-mana memang sulit.


Kembali membahas my today things. Jam istirahat kantor biasanya saya jarang keluar kantor, untuk sekedar makan atau apalah, yang pasti sih bisa dihitung jari. Biasanya saya bawa bekal dari rumah, mungkin kesannya tidak keren dan kuno, tapi tentu saja lebih banyak keuntungannya:

1. Irit

2. Sehat dan bersih

3. Tidak usah beli minum, terhindar dari es the manis E Colli

4. Tidak kepanasan

5. Tidak usah buang-buang waktu berfikir makan siang apa yaa..


Mungkin beberapa orang di kantor (yang baru) melecehkan, tapi lihat saja, it contagious! Menurut pengalaman di kantor yang lama, pada akhirnya sebagian besar bawa bekal dari rumah.


Sebenarnya terkadang bosan juga, tapi kalau tidak bawa bekal biasanya jadi lebih buruk keadaannya, malas keluar, malas pesan makanan, dan akhirnya berujung pada miss your lunch and then you got your gastritis. Malah terkadang kalau beli makanan di luar karena si program diet makan nasi sedikit jadi banyak yang terbuang-buang.

Biasanya saat istirahat siang, It’s online time! Well, trust me I can not live, if not online!


Kemudian bekerja lagi, dimana waktu setelah makan siang adalah waktu penuh perjuangan, it’s the most boring time in the office hour. Sleepy, hungry, and other stuff…yang pasti sih super jenuh.


Pukul 4 sore mendadak segar kembali, karena approximately ¾ hour later, the bell will ring!! Free at last….tapi biasanya sekitar jam tersebut tumpukan pekerjaan bertambah, kemudian baru bisa bebas pukul setengan enam.


The choice it’s between going somewhere else, or going home, but most of the case is GOING HOME!!!


I’m such a homer, pity me, but I love my house!!

Well, that’s my today story, kind of boring is it? You just read it, me…..I’m doing that!!

Tidak ada komentar: