Pas buka bareng bersama temen SMA, gue cuman speechless pas mereka membicarakan suatu acara reality show yang ditayangkan di televisi swasta nasional, dimana salah satu temen gue itu bagian kreatif-nya. Gue speechless, karena sama sekali engga pernah nonton acara televisi nasional.
Well, gue rada² penasaran, jadi gue tanya temen kantor, ternyata dia juga suka nonton acara itu, dan akhirnya dia cerita panjang lebar soal acara reality show. Yah, seperti biasa acara reality show, ingin menarik simpati para pemirsanya, tapi yang ini kok kayaknya seperti mengkomersialkan cerita hidup seseorang, yang belum tentu benar seperti itu kenyataannya.
Gue pernah berada di belakang layar acara televisi nasional, dimana "Rating is God!" dan apapun dilakukan biar dapet rating yang oke, termasuk membuat acara reality show terlihat menarik dan penuh drama dengan sentuhan rekayasa tim kreatif. Untuk membuat reality show se-real mungkin, hanya pihak² tertentu saja yang mengetahui kebenaran sesungguhnya. Jadi, sama sekali mungkin kalau acara reality show yang disebutkan itu, tidak sepenuhnya "real".
Suatu waktu, pernah dapat kesempatan untuk nonton acara tersebut, dimana biasanya pada jam dan hari tersebut tentu saja sedang jalan². Daaaann......benar yang gue kira, it's totally fake! Kenapa demikian?
Orang Indonesia memiliki sifat tidak spontan dan terlalu concious dengan yang namanya kamera atau 'sadar kamera'. Oleh karena itu, sama sekali tidak mungkin bisa mengeluarkan emosinya dan berperilaku 'wajar' di depan kamera. So, sangat tidak mungkin kalau acara itu tidak ada sentuhan rekayasa, well not totally di whole package, but some parts.
Daaann....Indonesia adalah negara yang penuh dengan norma² sosial, so tanpa persetujuan dari berbagai pihak yang terlibat sangat tidak mungkin acara itu bisa tayang. Kemungkinan dituntut akan membayangi televisi swasta tersebut.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar