Dalam hidup entah kenapa terdapat sesuatu yang kasat mata mendorong kita secara tak sadar melakukan hal-hal yang terkesan wajib atau 'it should be like that'dan tanpa kita sadari, kita terjebak dalam suatu siklus kehidupan orang kebanyakan tanpa mengenali tujuan sebenarnya hidup kita.
Kadang aku tidak mengerti, mengapa orang terlalu perhatian pada kehidupan orang lain? Perhatiankah atau terlalu ikut campur, atau 'unsensitive'? Aku percaya bahwa setiap orang berhak memilih jalan hidupnya masing-masing, berhak memilih kehidupan yang ingin dijalani. Selama dia merasakan kebahagiaan dengan apa yang dia lakukan, why we bother about it.
Dimulai pada pertanyaan "Kapan menikah?", sepertinya berdengung-dengung terus di telingaku, ketika itu aku berpikir why everyone bother about that, it's my life, I'm still young, and still many things that I want to achieve. Secara tak sadar aku terpengaruh pertanyaan-pertanyaan tersebut dan the conservative me awaken, feel jealous when someone get married, and thinking to do that as the nest step.
Menikah ya menikah, kalau ada orang bertanya mengapa berani melakukan the big step? I really don't know the answer, tapi entah mengapa waktu itu ada yang mengajukan pertanyaan yang sama dan jawabku sangatlah meyakinkan, mungkin sugesti.
Setelah banyak berinstropeksi dan pertanyaan-pertanyaan bodoh "Is he the one?", dan ketakutan-ketakutan yang tidak perlu, seperti mungkin belahan jiwa saya berada di belahan bumi yang lain (bah, non sense). Aku sadar bahwa mencintai seseorang itu tidak perlu dipikirkan, tidak perlu hal yang logis, tapi dengan menutup mata dan kita dapat membayangkan kehidupan kita di waktu ke depan dengan dia berada di samping kita, itu saja sudah cukup.
Dan aku menikah, kadang masih terkaget-kaget..wah ini nih suamiku, aku sudah menikah nih. Perasaannya tetap sama, mungkin lebih bahagia, lebih nyaman, lebih aman, yah pokoknya lebih baik, dan aku bersyukur aku dapat menjalani hidupku yang seperti ini.
Setelah menikah, pertanyaan-pertanyaan bodoh ini mulai berdengung di telingaku. Rasanya bosan dan letih, tapi yah...biarkan suara-suara sumbang berbicara. Ah..rasanya, siklus kehidupan yang dijalani tidak bisa berhenti, semua tidak pernah puas, dan entah karena mereka perduli apa hanya basa-basi belaka. Aku berharap suatu saat pertanyaan mereka akan terjawab, walaupun akupun tidak tahu kapan, dan aku tahu pertanyaan itu tidak pernah berhenti dan siklus kehidupan berjalan terus.
Yah, rasanya ingin pergi ke dunia tanpa pertanyaan..terus berputar, tapi suatu saat pasti merindukan ketika mereka bertanya, "sudah isi?"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar