Senin, Juni 22, 2009

Three Days in Bangkok: #1

Bangkok, Thailand. Perjalanan kedua saya ke luar Indonesia, setelah 1-2 tahun yang lalu mengikuti Tour Malaysia-Singapura.

Awalnya sih memang pernah buat riset kecil²an, untuk liburan, trus saya bandingkan liburan ke Thailand & Malaysia dengan fiskal, tiket pesawatnya sendiri sama dengan ke Bali. Setelah itu, suatu hari Novin -salah satu anak OOT- menawarkan liburan ke Bangkok karena dia dapat diskon hotel sebagai member Accors sampai dengan 70%. Cukup menarik bukan? 3 malam, sekitar 1.5 jt untuk hotel bintang 5 dan tiket pesawat sekitar 1.5 jt/orang, tapi hotel harus booking hari itu juga. Menarik sekali, Aswin juga tertarik dan akhirnya kita putuskan untuk ikut.

Perjalanan ini pulalah pertamakalinya kita booking tiket online dan bayar pakai kartu kredit. Ya...cukup ajaib, karena Aswin paling anti sekali bayar online pake kartu kredit.

Penerbangan yang dipakai tentu saja Airasia, karena booked dari hampir 6 bulan sebelumnya, kita dapat harga economy promo dengan tiket berdua untuk PP sekitar 3.2 jt. Murah bukan? Hehehehehe. Pukul 16.30 pesawat berangkat dan sampai di Bangkok sekitar pukul 20.15, pesawat tiba 10 menit lebih awal -dengan bangga sang pilot mengumumkan-.

Pemandangan senja dari dalam pesawat
[taken by Canon EOS 400D]

Pada saat akan mendarat, pemandangan di luar cukup bagus, lampu kotanya sangat terang. Dari lampunya saja kita dapat menebak mana jalan tol, jalan arteri, stadium, sungai. Menarik, yaa...apalagi bila dibandingkan dengan Jakarta.

Kesan pertama akan Suvarnabhumi Airport adalah MODERN Industrialis, hampir mirip dengan bandara di Malaysia. Secara garis besar, kolom² besar beton ekspose dengan curtain wall dan clean interior. ELEGAN.

Suvarnabhumi Airport - Bangkok
[taken by Canon EOS 400D]

Well, bandaranya bila dibandingkan dengan Soeta sepertinya jauh lebih nyaman, tidak ada preman² yang berseliweran membuat kita paranoid. Begitu pula pada saat menunggu taksi, sudah terdapat sistem tertentu, jadi kita tinggal mengambil tiket, lalu antri. Walaupun kemudian taksinya tidak memakai argo. Dari Airport ke hotel, yaitu Grand Mercure Asoke di Sukhumvit Soi 19 kena charge 700 Bath, tapi memakai taksi besar dengan mobil model Jeep (seperti X-trail, Escudo, dsb).

Perjalanan dari bandara ke hotel kurang lebih 1 jam, tipikal jalan dan kota mungkin ya kira² hampir sama dengan Jakarta, belum serapi Malaysia. Sesampainya di hotel cukup heran juga sih, karena tampaknya biasa, lobby-nya biasa saja pula, tidak ada kesan wah seperti hotel² setara ini seperti di Indonesia, tapiiii.....
begitu ditunjukkan kamarnya, cukup amazed karena kamarnya sangat luas dan dengan fasilitas layaknya apartment yang disewakan. Livingroom, area meja makan, dapur, KM/WC tamu, balkon, selain itu disediakan peralatan² rumah tangga seperti kompor, microwave, mesin cuci, setrikaan.....amazed?

Setelah beres², istirahat sebentar, lalu kita memutuskan untuk makan malam di Spring Summer Winter masih di wilayah Sukhumvit, sebuah restaurant fusion dengan konsep cukup menarik sih -setelah melihat websitenya- tapi ternyata restonya tutup pukul 11 malam, sehingga paling hanya tinggal ½ jam lagi. Akhirnya tidak jadi dan langsung pergi ke daerah Khao San.

Keramaian di Khao San
[taken by Canon EOS 400D]

Pedagang makanan di Khao San
[taken by Canon EOS 400D]

Khao San itu ternyata adalah nama sebuah jalan di kota Bangkok di sebelah Barat, berdekatan dengan Silom. Di jalan tersebut terdapat toko², bar, resto dan banyak pedagang kaki lima yang berdagang. Suasananya mungkin seperti Kuta Bali di malam hari. Banyak turis² asing, duduk² di bangku sambil memegang botol bir atau bucket. Pedagang² makanan, baju, dan sebagainya di pinggir jalan. Suasananya benar² menarik.



Tidak ada komentar: