Kamis, Juni 25, 2009

Three days in Bangkok: # 2

Hari kedua di kota Bangkok, bangun ‘agak’ pagi sekitar pukul 8 pagi, mandi, dandan, lalu bikin kopi, dan the beauty of the existence of kitchen, kita bisa masak sarapan pagi di kamar hotel. Nice! Buat roti toast dengan mentega, sambil menyeruput kopi susu. Nyam..nyam..like home.

Sekitar pukul 10 pagi, berangkat dari hotel menuju Crepes&Co untuk brunch. Kalau dilihat dari websitenya sih, restonya cukup menarik dan yang penting tidak ada di Indonesia (baca: Jakarta).Letak Crepes&Co cukup dekat dari hotel dan bisa dicapai dengan berjalan kaki, menyebrangi jalan utama Sukhumvit Soi, lalu masuk ke jalan kecil dengan banyak papan reklame. Jalan tersebut hanya dapat dilalui oleh dua mobil, tapi sepertinya tipe-tipe jalan lingkungan seperti ini yang ada di Bangkok, tidak seperti Indonesia yang cukup besar , namun tetap saja terdapat gang-gang kecil yang tidak dapat dilalui mobil.

Tampak depan Crepes&Co hanyalah signage dan gerbang bamboo yang terbuka. Ketika memasuki halamannya (baca: foyer), tampak suasana asri dengan pohon-pohon rimbun. Kesan yang didapat asri dan cozy, tapi sepertinya tempatnya sudah penuh dan seharusnya tempat harus di-booked terlebih dahulu. Namun ternyata, kita tidak usah menunggu satu jam seperti yang dibilang sebelumnya, hanya sekitar 10 menit saja.

Saya memesan crepes manis saja, fruit salad crepes with ice cream, karena untuk yang asin sebagian besar memakai bacon, dengan minum rum raisin milkshake –it’ve been my favourite since ages ago-. Ada cerita lucu, salah satu teman saya memasan mini sausages yang dia kira terbuat dari sapi/ayam, tapi ternyata di Bangkok ini tidak seperti halnya Indonesia default dari sausages kalau tidak disebut beef/chicken adalah terbuat dari pork, jadi dia hanya menatap pesanannya saja sementara teman-teman yang non-muslim memakannya. So, be careful, if you are moslem, then you have to be extra caution with the food there. Harga makanan dan minuman di Crepes&Co sekitar 200 – 300 THB.

Setelah dari Crepes&Co, kita menuju MBK, pertokoan semacam ITC, dari Crepes&Co kembali ke jalan utama, kemudian naik BTS dari station BTS Asok. Pertama kita lihat sebuah peta dengan stasiun-stasiun BTS yang diberi nomor, misalnya National Stadium dengan nomor 4, berarti kita harus membayar 40 THB (~12000 IDR), lalu kita masukan koin 10 atau 5 THB ke dalam mesin pembelian tiket, apabila tidak memiliki pecahan 5 dan 10 THB, kita dapat menukar ke gerai yang terdapat di dekat mesin tersebut. Setelah memasukan koin sesuai dengan jumlah yang tertera kita mendapatkan sebuah kartu, seperti halnya kartu Busway di Indonesia. Sistemnya pun hampir sama, kartu dimasukkan ke sebuah mesin agar kita dapat lewat, namun kita harus mengambil kembali kartunya, untuk keluar dari stasiun BTS yang dikunjungi.

Karena hari Minggu, MBK ramai sekali. Pertama kita ke money changer untuk tukar uang ke THB (ternyata 1500 THB masih kurang), lalu naik satu lantai, disitu seperti halnya ITC bermacam-macam jualan. Kata salah satu teman saya, kalau belanja oleh-oleh disini saja, barang hampir sama dengan chatucak, hanya harga memang agak lebih mahal. Kita tidak ke Chatucak karena tidak recommended, tempatnya luas sekali, panas, dan barang-barangnya so so. Akhirnya setelah satu jam (lebih?) selesai juga membeli oleh-oleh. Ada satu gerai dengan barang-barang kulit handmade yang kualitasnya bagus, kemudian t-shirt bertulisan ‘Thailand’, pernak-pernik souvenir, seperti dompet, hiasan magnet kulkas, dan sebagainya.


Tidak ada komentar: