Jumat, Januari 15, 2010

Lost

Tiba-tiba di inbox facebook ada message masuk

“Selamat ya, Alia, bentar lagi dapet momongan….”

Hahaha…hal yang musti ditertawakan atau malah sebaliknya? Mungkin sebaiknya didiamkan saja, for everyone sake…kalau dijawab takut dia merasa tidak enak sudah salah member i pesan, tapi yah akhirnya memberikan jawaban straight to the point karena itu sesuatu hal yang tidak masalah (atau itu hanya sekedar sugesti saja?)

Hamil, walaupun dengan waktu yang sangat pendek (karena ‘early pregnancy failure’ atau ‘blighted ovum’) memberikan pengalaman tersendiri. Now, I know what everyone fuss about. It was one of greatest moment in life.

And when you lost it? Sad, of course

Tapi apa yang harus disedihkan? Toh, pada dasarnya memang berasal dari ketiadaan, jadi kalaupun hilang, mengapa merasa kehilangan? Kehilangan sesuatu yang tidak ada? Kalau berfikir secara logika.

Tapi setelah dipikir-pikir, yang hilang adalah harapan. Ketika itu hilang…yahh..harapan yang tadinya berbunga-bunga hilang sudah…

Dan…

Ketika dihilangkan, tidak ada rasa sakit atau nyeri atau ngilu secara fisik, tapi ya…secara emosional jauh lebih sakit. Nothing compare to that. Hampa.

Dan…

Yang paling sulit adalah meyakinkan diri sendiri bahwa it’s not my fault, it’s happen to everyone, and the rate is quite big, 60%. Apalagi setelah mendengar komentar orang-orang. Inilah….itulah.

Well, stay positive thinking…

Just like Kahlil Gibran wrote, when you are sorrowful look again in your heart, and you shall see that in truth you are weeping for that which has been your delight.


Everything happen for a reason...

Tidak ada komentar: